Minggu, 05 Juni 2016

Nuklir saja berkembang, mengapa kita tidak?
Nuklir, satu kata yang mewakili banyak pandangan dan masih menjadi perbincangan yang tabu di kalangan masyarakat awam. Kebeadaan nuklir di tengah-tengah masyarakat menjadikan nuklir sebagai sesuatu yang berkembang namun keberkembangannya belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat. Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, kini nuklir mulai dikenal masyarakat karna kebermanfaatannya dalam bidang teknologi, diantaranya bidang kesehatan, industri, pangan, pertanian dan hidrologi.
Bertepatan dengan hari Selasa, 3 Mei 2016 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kunjungan ke BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) di kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan. Disana, mahasiswa disambut dengan sangat baik dan diawali dengan beberapa sambutan dari pihak BATAN. Selanjutnya mahasiswa dibagi dalam dua kelompok yaitu ke gedung Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang merupakan lanjutan dari gedung 65 Instalasi Elemen Bahan Bakar Eksperimental (IEBE-PTBBN) dan Reaktor Serba Guna GA Siwabessy.
Pada kunjungan lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang merupakan lanjutan dari gedung 65 Instalasi Elemen Bahan Bakar Eksperimental (IEBE-PTBBN). Di dalam gedung tersebut terjadi proses pengamatan pasca iradiasi. Sebelum masuk ke dalam gedung, mahasiswa diwajibkan untuk menggunakan pengamanan diri berupa jas serta sepatu khusus yang berfungsi untuk menghindari adanya radiasi langsung dari sisa-sisa bahan bakar nuklir. Disini, mahasiswa di perkenalkan dengan proses-proses pasca iradiasi bahan uranium yang telah di proses di Instalasi Elemen Bahan Bakar Eksperimental (IEBE-PTBBN). Dalam ruang pengamatan terdapat beberapa hotsel sebagai tempat untuk pengamatan uranium pasca iradiasi. Hotsel dibuat agar proses pascairadiasi tersebut tidak meradiassi kepada peneliti. Hotsel bagian pertama pasca iradiasi memiliki dinding yang lebih tebal dari proses-proses setelahnya. Untuk pindah dari satu hotsel ke hotsel lainnya, digunakan troli kecil yang terdapat di bawah tanah kemudian troli tersebut yang nantinya akan masuk ke dalam hotsel. Untuk mengoperasikan alat-alat yang ada di dalam hotsel, digunakan manipulator agar tidak terjadi kontak langsung dengan bahan-bahan yang diteliti. Pengamatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kualitas kandungan nuklir yang terdapat di dalam uranium yang nantinya akan diujikan di lab dengan campuran bahan-bahan tertentu.

Sekian ulasan saya mengenai kunjungan yang telah dilakukan pada Selasa, 3 Mei 2016 ke BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional), khususnya ke Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang berada dikawasan PUSPITEK, Serpong, Tangerang Selatan.