Nuklir
saja berkembang, mengapa kita tidak?
Nuklir, satu kata yang
mewakili banyak pandangan dan masih menjadi perbincangan yang tabu di kalangan
masyarakat awam. Kebeadaan nuklir di tengah-tengah masyarakat menjadikan nuklir
sebagai sesuatu yang berkembang namun keberkembangannya belum sepenuhnya
diterima oleh masyarakat. Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi,
kini nuklir mulai dikenal masyarakat karna kebermanfaatannya dalam bidang
teknologi, diantaranya bidang kesehatan, industri, pangan, pertanian dan
hidrologi.
Bertepatan dengan hari Selasa, 3 Mei 2016 Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Fisika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
mengadakan kunjungan ke BATAN (Badan
Tenaga Nuklir Nasional) di kawasan PUSPIPTEK
Serpong, Tangerang Selatan. Disana, mahasiswa disambut dengan sangat baik dan
diawali dengan beberapa sambutan dari pihak BATAN. Selanjutnya mahasiswa dibagi
dalam dua kelompok yaitu ke gedung Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN)
yang merupakan lanjutan dari gedung 65 Instalasi Elemen Bahan Bakar
Eksperimental (IEBE-PTBBN) dan Reaktor Serba Guna GA Siwabessy.
Pada kunjungan lalu, saya
berkesempatan untuk mengunjungi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang
merupakan lanjutan dari gedung 65 Instalasi Elemen Bahan Bakar Eksperimental
(IEBE-PTBBN). Di dalam gedung tersebut terjadi proses pengamatan pasca
iradiasi. Sebelum masuk ke dalam gedung, mahasiswa diwajibkan untuk menggunakan
pengamanan diri berupa jas serta sepatu khusus yang berfungsi untuk menghindari
adanya radiasi langsung dari sisa-sisa bahan bakar nuklir. Disini, mahasiswa di
perkenalkan dengan proses-proses pasca iradiasi bahan uranium yang telah di
proses di Instalasi Elemen Bahan Bakar Eksperimental (IEBE-PTBBN). Dalam ruang
pengamatan terdapat beberapa hotsel sebagai tempat untuk pengamatan uranium
pasca iradiasi. Hotsel dibuat agar proses pascairadiasi tersebut tidak
meradiassi kepada peneliti. Hotsel bagian pertama pasca iradiasi memiliki
dinding yang lebih tebal dari proses-proses setelahnya. Untuk pindah dari satu
hotsel ke hotsel lainnya, digunakan troli kecil yang terdapat di bawah tanah
kemudian troli tersebut yang nantinya akan masuk ke dalam hotsel. Untuk
mengoperasikan alat-alat yang ada di dalam hotsel, digunakan manipulator agar
tidak terjadi kontak langsung dengan bahan-bahan yang diteliti. Pengamatan
tersebut bertujuan untuk mengetahui kualitas kandungan nuklir yang terdapat di
dalam uranium yang nantinya akan diujikan di lab dengan campuran bahan-bahan
tertentu.
Sekian ulasan saya mengenai
kunjungan yang telah dilakukan pada Selasa, 3 Mei 2016 ke BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional), khususnya ke Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang berada
dikawasan PUSPITEK, Serpong, Tangerang Selatan.